Akses Publikasi Terbuka

“Kami sepakat untuk melakukan terobosan agar Guru dan Dosen memperoleh akses publikasi terbuka….(CreativePotato Publishing)

Masalah utama yang kami perhatikan itu, bahwa Guru dan Dosen perlu dibantu untuk dapat mempublikasikan karya ilmiahnya. Kalau hanya sekedar menyusun laporan penelitian tanpa dipublikasi., ini percuma dan terkesan tidak berarti apa-apa.

Kami paham bahwa untuk mempublikasikan suatu karya atau menerbitkan suatu karya dalam bentuk buku, majalah dan jurnal terutama itu bentuk terbitan cetak., maka setiap orang harus mengeluarkan biaya tidak sedikit yaitu berkisar Rp. 500.000 s/d Rp. 1.000.000. Bahkan kemungkinan bisa melebihi dari angka itu.

Kalau setiap naik pangkat, seorang Guru dan Dosen harus memenuhi kewajiban untuk mempublikasikan karya ilmiahnya minimal 4 (empat), maka jumlah pengeluarannya sudah Rp. 2.000.000 (Dua Juta Rupiah) jika mengacu hitungan minimal Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah). Agak teratasi jika kegiatan yang dipublikasikan itu bukan dari hasil penelitian tetapi hasil review artikel tertentu. Meski demikian, itu tidak mengubah besaran pengeluaran yang harus ditanggung Guru dan Dosen untuk menerbitkan karya ilmiahnya.

“Kami melihat itu sebagai masalah dan harus diselesaikan” ujar Debora.

Dalam perbincangan lain, Chrisnovia dan Adriani juga memandang bahwa sumber permasalahan yang besar, tidak semua orang bisa memanfaatkan teknologi sebagai alternatif atau media yang dapat membantu seseorang dan sekelompok orang bisa keluar dari masalahnya. Belum lagi beberapa individu tertentu, terkesan ingin memonopoli informasi dan informasi itu hanya untuk dirinya juga untuk sekelompok orang. Kami melihat dan mengalami hal tersebut! Tapi kami berpendapat bahwa hal ini tidak perlu dipersoalkan panjang dan terkesan ribet. Harus segera ada solusinya.

Persoalan semakin rumit kalau dibandingkan situasi Guru dan Dosen. Ada yang beranggapan bahwa Dosen jauh lebih baik daripada Guru seperti ulasan Pebrianov dalam tulisan “Kecemburuan Guru pada Profesi Dosen”. Tapi sebaliknya, tidak seluruhnya benar. Tidak semua Dosen itu sejahtera.

Bagi kami, berbagai situasi dan kondisi yang dialami dan ada disekitar sehubungan Guru serta Dosen, memang tak pernah habis-habisnya dibicarakan. Kami pun demikian.

Guru dan Dosen adalah ujung tombak dari kemajuan serta kehormatan bangsa sekaligus penentu masa depan. Mereka menciptakan para ahli dan para ahli ini sangat berpengaruh dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya, lingkungan hidup, pertanian, teknologi dan sebagainya.

“Budaya menulis yang masih belum berkembang baik di masyarakat umum maupun perguruan tinggi dan/atau rendahnya kemampuan menulis hasil-hasil penelitian atau pengabdian masyarakat merupakan salah satu faktor penyebabnya, (UNTIDAR)

Nah, kalau seandainya Guru dan Dosen terkendala dalam mempublikasikan hasil kegiatannya untuk diketahui banyak orang melalui berbagai bentuk tayangan seperti Majalah, Jurnal dan Buku, baik diterbitkan cetak dan online atau menggunakan media antara lain CD/DVD., Kami merasa kuatir dan takut., itu sama saja membahayakan masa depan.

Jadi, sejak Januari 2017 kami sudah membicarakan persoalan dan menanggapi apa yang kami amati. Bahkan jauh sebelum itu, Oktober 2016, sudah direncanakan untuk menggalang kekuatan sivitas akademika dalam beberapa kegiatan (Dosen dan Mahasiswa) yang dilakukan secara mandiri kemudian dirumuskan rencana pembentukan kegiatan usaha (bisnis). Kegiatan tersebut tidak hanya memiliki orientasi ekonomi (profit) tapi memiliki orientasi sosial, sebab kami terdorong untuk meningkatkan kualifikasi seseorang. Kita ingin menciptakan “Fighter” yang tangguh dan kreatif serta mampu menyelamatkan bangsa dari kehancuran akibat matinya kreatifitas hanya karena harga (biaya) yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Berbagai hal kami pelajari dan Maret 2017 kami menaruh perhatian pada media-media open sources., hingga akhirnya didirikan dan dibentuk CREATIVEPOTATO dimana salah satu unit bisnisnya bergerak pada bidang PUBLIKASI dan MITRA PUBLIKASI.

Dalam aktifitas publikasi, tidak ada paksaan bagi seseorang untuk membayar. Kami hanya menetapkan tarif mulai dari Rp. 200.000 sampai Rp. 50.000., dan kalau pun tidak ada uang dari penulis., kami tidak ingin menghalangi haknya untuk mempublikasikan karya ilmiah. Silahkan saja., setiap orang kami perhatikan.

Terasa lelah dan cukup keras berbagai langkah yang harus kami ambil untuk menegakkan Akses Publikasi Terbuka dengan bermodalkan open sources., kami pun dapat menghasilkan beberapa media yang terintegrasi pada official website kami, http://publishcreativepotato.com., yaitu Open Journal http://openjournal.publishcreativepotato.com/ dan Toko Digital http://blanjadigital.publishcreativepotato.com.,

Kami juga terbuka untuk donasi dengan menggunakan jasa Paypal dan berbagai cara yang akan ditempuh untuk mengupayakan Akses Publikasi Terbuka itu benar-benar terwujud-nyatakan.

Kualifikasi Publikasi Guru dan Dosen harus diberikan dukungan penuh, serta serius diperhatikan. Kalau Guru dan Dosen sulit untuk menggunakan aplikasi Open Journal., ya silahkan mengirimkan draftnya melalui e-mail. Kami benar-benar terintegrasi dengan sistem yang luas., jadi kami tidak kuatir untuk mewujud-nyatakan Kualifikasi Guru dan Dosen dibidang Publikasi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.